Jelas sekali pada saat ini, distro telah menjadi semacam industri yang sudah di perhitungkan dalam kancah perekonomian nasional, di saat industri garment tanah air meriang di banjiri oleh produk impor dar China .
Distro dengan spirit local product nya , mampu bertahan dari serbuan produk impor. Dalam industri ini, banyak sekali pengusaha2 kecil yang terlibat, mulai dari tukang jahit, tukang sablon/bordir yang rata-rata semua di kerjakan dalam skala home industry.
Tidak seperti industri UKM lain yang biasanya di manja ( fasilitas, pendanaan & akses peluang ) oleh pemerintah , industri kreatif anak2 muda hampir tidak di lirik oleh pemerintah, padahal rata2 usaha ini di awali dari sekedar hobi dengan modal yg pas-pasan serta skill pengelolaan usaha yang apa adanya .
Baru pada tahun2 belakangan ini, pemerintah mulai memberikan akses dan sarana2 untuk membantu industri kreatif ini lebih berkembang, mengingat efek multiflyer ekonominya yang cukup luas.
Pada saat ini kata distro telah menjadi semacam “ public domain “ yang siapapun bebas memakainya, walaupun telah melenceng dari konsep dan spirit pada saat di dirikan dulu. Makna “distro” telah mengalami degradasi arti, menjadi semacam “collection “.
Industri ini sudah semakin semarak, hampir di setiap kota di sudut-sudut jalan telah berdiri distro-distro,.
Anak-anak muda ini pun terus bergerak, selalu creative untuk menciptakan hal-hal baru, banyak dari teman-teman saya telah menjadi milliader di usia 25 an dari bisnis ini.
Dengan mengusung konsep masing2, mereka menjalankan bisnis ini dengan penuh semangat dan idealisme , banyak juga yang hanya sekedar ikut-ikutan yg hanya mampu bertahan tidak lebih dari 6 bulan, Rata-rata mereka tidak tahu persis bagaimana "rootnya" serta konsep dalam meng-operate distronya dan hanya sekedar melihat dari segi bisnis semata .
Sampai kapan konsep distro ini akan bertahan ?
Waktu yang akan membuktikan.
Distro dengan spirit local product nya , mampu bertahan dari serbuan produk impor. Dalam industri ini, banyak sekali pengusaha2 kecil yang terlibat, mulai dari tukang jahit, tukang sablon/bordir yang rata-rata semua di kerjakan dalam skala home industry.
Tidak seperti industri UKM lain yang biasanya di manja ( fasilitas, pendanaan & akses peluang ) oleh pemerintah , industri kreatif anak2 muda hampir tidak di lirik oleh pemerintah, padahal rata2 usaha ini di awali dari sekedar hobi dengan modal yg pas-pasan serta skill pengelolaan usaha yang apa adanya .
Baru pada tahun2 belakangan ini, pemerintah mulai memberikan akses dan sarana2 untuk membantu industri kreatif ini lebih berkembang, mengingat efek multiflyer ekonominya yang cukup luas.
Pada saat ini kata distro telah menjadi semacam “ public domain “ yang siapapun bebas memakainya, walaupun telah melenceng dari konsep dan spirit pada saat di dirikan dulu. Makna “distro” telah mengalami degradasi arti, menjadi semacam “collection “.
Industri ini sudah semakin semarak, hampir di setiap kota di sudut-sudut jalan telah berdiri distro-distro,.
Anak-anak muda ini pun terus bergerak, selalu creative untuk menciptakan hal-hal baru, banyak dari teman-teman saya telah menjadi milliader di usia 25 an dari bisnis ini.
Dengan mengusung konsep masing2, mereka menjalankan bisnis ini dengan penuh semangat dan idealisme , banyak juga yang hanya sekedar ikut-ikutan yg hanya mampu bertahan tidak lebih dari 6 bulan, Rata-rata mereka tidak tahu persis bagaimana "rootnya" serta konsep dalam meng-operate distronya dan hanya sekedar melihat dari segi bisnis semata .
Sampai kapan konsep distro ini akan bertahan ?
Waktu yang akan membuktikan.

Posting Komentar